O-G (2)

Percayalah jika seseorang berkata aku pernah cinta padamu.

Karena rasa itu benar-benar pernah hadir dan singgah untuk waktu yang lama. Masih teringat satu semester kuhabiskan tanpa mengenalmu padahal kita berada di kelas yang sama. Masih saja teringat bagaimana aku hanya mampu memandangmu dari jauh setiap kali pertemuan-pertemuan tak sengaja di pasar jumat, di perumahan dosen, atau dimana pun. Masih juga teringat ketika selama satu semester berikutnya kita habiskan dengan pembahasan soal fisika dasar yang membuat kepala pening. Hingga suatu ketika percakapan kita tergantikan oleh kau yang selalu bertanya kabar dan bagaimana hariku.

Continue reading “O-G (2)”

Advertisements

til i cant

You might expect me to be protective over the fragile heart of mine. After everything I’ve been trough. After all broken promises.

 

But I am not.

I don’t want to build any walls.

 

Because I want to be happy. And in order to be happy, I love the way everyone should love and be loved, the way everyone dream to be loved. That’s why I like voicing my feelings, I’d say I miss you every single day, I’d say things you don’t expect me to say.

 

I love until I can’t. And I do it again.

That’s okay. Everything I’ve been trough shape me today.