When They Ask Me About Ideal Type

Mungkin ada yang bertanya apa hubungan judul tulisan ini dengan foto yang menyertainya. Jangan bertanya dahulu, bacalah, lalu kau akan mengerti.

Jadi mungkin tulisan ini dimulai ketika salah satu teman bertanya, “Pria seperti apa yang kau sukai?”

Lalu aku hanya diam. Sejumlah kata terlintas tapi tak ingin kuucapkan keras-keras. Baik, rendah hati, bisa memimpin, sabar. Kata-kata umum yang sering wanita gunakan ketika pertanyaan macam itu didengar. Tak ingin kuucapkan kata-kata itu dengan  alasan bermacam-macam. Karena mungkin dari berbagai macam kata itu tak menjelaskan sepenuhnya seperti apa sosok pria yang aku idamkan.

Tapi, ketika pertanyaan itu muncul justru aku terbayang-bayang olehmu. Ketika kau ternyata menjadi sosok yang begitu kukagumi, aku idamkan.

Lalu dengan polosnya bibirku berucap “Pria dengan alis tebal, tak rapi pun tidak apa-apa, asal tebal. Pria dengan mata yang seolah tersenyum walau sebenarnya dia tidak tersenyum. Pria dengan suara yang mampu menyejukkan hati. Pria yang begitu bebas, seperti tidak menuruti kata orang lain, tidak mengiraukan komentar orang lain yang iri terhadapnya, pria yang benar-benar memiliki pendiriannya sendiri.”

Yang bertanya hanya tersenyum, “Lebih seperti kau menjelaskan ciri-ciri orang yang sedang kau sukai daripada pria macam apa yang kau sukai.”

Aku hanya tersenyum simpul. Mungkin memang benar. Sosok tipe ideal yang kumiliki adalah dirimu, yang kujelaskan adalah dirimu, karena hatiku tengan jatuh kepadamu, akan berbeda jawabanku ketika mungkin aku jatuh pada sosok Theo James yang begitu menawan ketika menjadi sosok Four. Mungkin aku akan menjelaskan sosok pria yang memiliki tato 4 fraksi dan lain sebagainya.

Dan dirimu,

dirimu adalah sosok yang benar-benar mengagumkan. Aku tidak akan menyesal pernah melabuhkan hati ini padamu. Memutuskan untuk mengagumimu, karena sadar atau tidak kini hidupku benar-benar terinspirasi olehmu.

Menjadi sosok yang benar-benar bebas.

Aku mencobanya. Bebas. Seperti dirimu yang menghabiskan seluruh liburan dengan berkelana mencari tempat-tempat yang memanjakan mata, yang memicu adrenaline, membuatmu tampak berani dan gagah, terutama bahagia. Dan ternyata dengan bebas pun aku bahagia, tanpa sadar aku ingin berada di tempat yang pernah kau pijakkan kakimu itu sebelumnya.

Lucu memang. Seperti foto yang benar-benar indah kau ambil di puncak Merapi, aku pun suatu saat ingin mengambil foto yang sama. Seolah menunjukkan padamu, Hey, aku berada di tempat kau berada sebelumnya!

Lalu, janganlah kau berubah. Tetap menjadi sosok yang sekarang. Karena jika kau berubah, maka tulisan ini tidak akan berlaku lagi. Karena sosokmu akan kutulis lagi dengan pribadi yang baru dan aku tidak mau itu, seolah-olah aku hanya terpikat pada parasmu, pada alis tebal dan mata yang seolah tersenyum itu, padahal paras itu hanya menambah rasa yang sejak awal sudah ada karena kepribadianmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s