Travel: Yogyakarta. Budget yang Super Ngirit![Part 1]

Jadi, kurang lebih 3 hari yang lalu saya baru balik dari Yogyakarta setelah menghabiskan kurang lebih 4 hari di sana. Liburan ke Yogyakarta kali ini adalah liburan ala-ala ngirit karena dompet yang tipis sekali.

Untuk detail liburan saya ke sana akan saya paparkan di post ini, dan post-post berikutnya selebihnya berisi tentang pengalaman dari tempat-tempat yang saya kunjungi.

Tiket Pulang Pergi

Untuk tiket pulang pergi saya menggunakan jasa Kereta Api Indonesia, karena saya berangkat dari Surabaya yang mungkin jaraknya adalah sekitar 5 jam perjalanan darat.

Berangkat: 23 Januari 2016, jam 8.15 WIB dari Stasiun Surabaya Gubeng menaiki Kereta Pasundan. Harga tiket Rp. 94.000 per orang, karena saya memesan di https://kai.id/ jadi saya menambah Rp. 7.500 untuk biaya pemesanan.

Pulang: 26 Januari 2016, jam 8.55 WIB dari Stasiun Lempuyangan menaiki Kereta Logawa. Harga tiket Rp. 74.000 per orang, dan menambah Rp. 7.500.

Untuk transport dari kos saya di Surabaya, saya memutuskan untuk naik Uber karena waktu dapat promo potongan 25k untuk 3x rides. Jadi jarak kos-kosan saya yang berada di Asrama Mahasiswa ITS Surabaya ke Stasiun Surabaya Gubeng hanya sekitar 10ribu saja. Jika mau naik angkot, gojek, dll. Silahkan saja.

Dan untuk transport dari Stasiun Lempuyangan ke Hotel tempat saya menginap di kawasan Jalan Sosrowijayan Malioboro, saya menaiki Go-Car, karena jaraknya hanya sekitar 2 km, jadi hanya perlu membayar sekitar 10rb saja.

Akomodasi

Hotel saya menginap adalah Hotel Kartika di Jalan Sosrowijayan Malioboro. Per malam dikenakan biaya 85.000(Kamar Mandi Luar) dan 125.000(Kamar Mandi Dalam). Untuk ukuran harga seperti itu sangatlah murah sekali. Fasilitas yang diberikan juga lumayan, karena selama saya di Jogja tidak terlalu banyak menghabiskan di dalam Hotel, Hotel hanya untuk tidur, itu saja. Mungkin bagi yang membutuhkan kemewahan tidak cocok dengan hotel ini, tapi bagi mereka yang dompetnya lagi tipis seperti saya, sangat recommended banget! Suasana hotelnya seperti kos-kosan, hehe.

Poin plus dari hotel ini adalah bapak pemilik hotel ramah sekali! Sangat-sangat ramah! Beliau bertanya destinasi saya selama berada di Jogja, dan beliau merekomendasikan jam-jam yang terbaik ketika mengunjungi tempat tersebut. Tidak hanya itu, di Hotel ini juga menyediakan persewaan Sepeda Motor, jadi pada hari ke-3 saya di sana, saya menyewa motor seharga Rp. 75.000 per 24 jam. Sedangkan pada hari ke-2 saya naik Becak dan Transjogja, untuk becak saya mengeluarkan uang 15ribu dan 20ribu untuk tumpangan 2 kali berbeda jarak, dan 7ribu untuk Transjogja pulang pergi.

Makan

Untuk makanan yang di Jogja saya tidak bisa memberikan cerita terlalu banyak. Karena sejujurnya saya juga sempat kebingunan harus makan dimana, alhasil pada hari saya pertama di Jogja, tujuan saya adalah mencari Gudeg dan saya mendapatkannya di sepanjang Jalan Malioboro seharga Rp.16.000, eh setelah bertanya-tanya pada teman saya yang kebetulan kuliah di Jogja, untuk harga 16ribu dikatakan lumayan mahal karena untuk gudeg biasa yang tidak terkenal 10ribu sudah dapat. Dan hari pertama ditutup dengan makan malam di McDonald, yang terletak di Malioboro Mall (Selalu disini -___-).

Untuk hari kedua karena saya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Seharian penuh saya benar-benar lupa makan. FYI, setiap pagi akan ada orang yang berteriak-teriak pelan di dalam hotel menawarkan sarapan, jadi untuk yang malas keluar kamar hotel, boleh dicoba. Kebetulan saya dan teman saya lagi malas cari makan di luar, alhasil kami membeli 2 bungkus Nasi Rames, seharga Rp. 10.000 per bungkusnya. Seharian kami lupa makan karena badmood hujan melanda kota Yogyakarta, ujung-ujungnya kami makan sebelum kembali ke Hotel, kami makan di sepanjang Jalan Malioboro, lagi.

Untuk hari ke-3, kami menghabiskan sehari penuh di luar Yogyakarta. Pergi ke daerah Wonosari, lebih tepatnya. Jadi kami makan di tempat wisata yang kami kunjungi. Untuk paginya kami sarapan di Kebun Buah Mangunan, Pecel yang baru saya tahu ada wortelnya, seharga Rp. 6.000 saja! Siangnya kami makan di tempat wisata Pantai Wedi Ombo, Soto seharga Rp. 10.000 dan malamnya kami makan di daerah Malioboro lagi, Nasi Goreng seharga Rp. 12.500.

Untuk hari ke-4 kami tidak sarapan karena buru-buru ke Stasiun, sehingga kami hanya belanja Kue dan Roti di minimarket terdekat dan kami makan di dalam kereta.

Untuk minum saya selalu pesan Es teh seharga Rp.3000.

Tempat Wisata

Tempat Wisata yang saya kunjungi:

Benteng Vandenberg: Rp. 2000 per orang.

Tamansari: Rp. 5000 per orang + Rp. 2000 untuk kamera DLSR.

Candi Prambanan: Rp. 30.000 per orang

Kebun Buah Mangunan: Rp. 5.000 per orang

Hutan Pinus Imogiri: Gratis, tapi kalau mau masuk panggung hiburan (panggung yang terbuat dari kayu-kayu pohon pinus) membayar Rp 2.500

Pantai Wedi Ombo: Rp. 5000 per orang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s