It’s your birthday but I’m so sorry.

Pada malam di mana semuanya terdiam dan hanya ada suara papan ketik yang sengaja berbunyi, aku baru menyadari bahwa hari ini adalah hari ulang tahunmu.

Kau mungkin tidak menyalahkanku, mengatahui bahwa sebenarnya aku bukanlah siapa-siapa bagimu. Yang kau tahu, aku adalah satu dari sekian orang yang kau serukan namanya di setiap konser-konsermu. Yang ku tahu, kau adalah satu dari sekian orang yang berdiri di atas panggung megah dengan jutaan orang mengelilingimu.

Bukan hal biasa bagiku untuk melupakan hari kelahiranmu setiap tahun, mengetahui bahwa aku telah jatuh hati padamu semenjak pertama kali aku melihatmu di layar komputerku. Dirimu yang begitu mempesona dengan tarian yang tak pernah kulihat sebelumnya, dengan sebuah senyum yang sampai ke kedua ujung matamu, dengan sebuah suara yang begitu lucu terdengarnya, semua itu tanpa sadar menjadi salah satu dari sekian alasan aku jatuh padamu.

Jangan salahkan aku jika aku telah berkorban banyak seperti mereka, maksudku, gadis-gadis sepertiku di luar sana, menyukaimu dengan sepenuh hati dan melakukan apapun untukmu. Tapi, aku hanyalah gadis remaja yang hidup di sebuah Kota kecil di negara yang jauh dari negaramu. Aku juga tak seberuntung mereka yang sanggup membayar dengan uang sebanyak apapun untuk melihatmu.

Aku hanyalah seorang gadis yang sebentar lagi harus memikirkan pekerjaan apa yang harus ia ambil. Seorang gadis yang mimpinya dipenuhi oleh huruf nilai di setiap semester hidupnya. Seorang gadis yang harus berpikir bagaimana sejumlah uang cukup untuk memenuhi kehidupannya dalam sebualan atau lebih.

Aku tak mampu membayar sejumlah uang hanya untuk berdiri dekat denganmu walau tak kau lihat sama sekali.

Karena saat ini aku tengah mengejar mimpiku, menjadi orang yang sukses, lalu mampu melihatmu karena apa yang telah aku lakukan, bertemu denganmu dengan wajah bangga, bahwa aku telah berusaha keras supaya untuk bisa bertemu denganmu. Setidaknya seperti itu mimpiku.

Hingga pada detik di mana aku menyadari bahwa hari ini adalah hari ulang tahunmu. Untuk alasan itu aku benar-benar merasa sedih. Bahwa ternyata kesibukanku membuatku melupakanmu, dan lagi-lagi aku juga tak bisa datang ke acara yang mereka sebut konser itu.

Kukira aku akan biasa saja setelah sekian lama tak melihatmu di layar komputer. Nyatanya, hatiku masih saja bergetar akan keindahan dirimu dan tarianmu.

Ini hari kelahiranmu, dan aku minta maaf, karena aku melupakannya.

 

 

 

*edisi lebay karena lupa ultahnya si Kai T_T*

Advertisements

2 thoughts on “It’s your birthday but I’m so sorry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s